Transformasi digital dalam sektor pertanian semakin menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor ini, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Pembelajaran ini berfokus pada peran petani milenial dalam adopsi teknologi pertanian, yang merupakan langkah kunci dalam mempercepat perubahan dan meningkatkan daya saing pertanian Indonesia di era digital.
Studi ini mengangkat model pentahelix yaitu kolaborasi antara lima elemen utama: pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media sebagai pendekatan dalam mendukung petani milenial dalam memanfaatkan teknologi digital di bidang pertanian. Dalam konteks ini, petani milenial dipandang sebagai agen perubahan yang dapat mengintegrasikan teknologi dalam praktik pertanian mereka, mulai dari penggunaan aplikasi pertanian, sensor digital, hingga teknologi kecerdasan buatan yang dapat memprediksi hasil pertanian dan membantu pengelolaan lahan secara lebih efisien.
Melalui studi ini, diidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi petani milenial, seperti keterbatasan akses terhadap teknologi, kurangnya literasi digital, dan hambatan infrastruktur. Namun, Pembelajaran ini juga menunjukkan bagaimana kolaborasi antar pihak yang terlibat dalam model pentahelix dapat menciptakan ekosistem yang mendukung proses adopsi teknologi, seperti pelatihan, penyuluhan, dan pemberian akses finansial untuk alat dan perangkat teknologi terbaru.
Diharapkan, temuan dalam pembelajaran dan kegiatan ini dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dan pelaku industri untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dalam mempercepat transformasi digital di sektor pertanian, khususnya yang melibatkan petani milenial sebagai motor utama perubahan.
Melalui peran aktif petani milenial, transformasi digital di sektor pertanian Indonesia dapat mempercepat pencapaian ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung keberlanjutan pertanian yang lebih ramah lingkungan.