Di tengah perkembangan
teknologi digital dan tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi, keluarga modern
menghadapi tantangan baru dalam menjalankan peran pengasuhan. Ketika ayah dan
ibu sama-sama bekerja (dual career), keterbatasan waktu dan energi
sering kali membuat gadget menjadi pilihan praktis untuk menemani anak saat
orang tua menyelesaikan berbagai aktivitas. Namun, di balik kemudahan tersebut,
muncul pertanyaan penting: apakah gadget hanya menjadi alat bantu, atau
perlahan mengambil peran yang seharusnya dijalankan melalui interaksi langsung
antara orang tua dan anak?
Buku monograf ini mengulas
fenomena gadget sebagai “pengasuh kedua” dalam kehidupan anak usia dini.
Pembahasan mencakup karakteristik perkembangan anak, dinamika keluarga dual
career, penggunaan gadget dalam rutinitas sehari-hari, serta pengaruhnya
terhadap kualitas interaksi orang tua dan anak. Buku ini juga mengangkat
persoalan seperti konflik antara pekerjaan dan keluarga, gangguan interaksi
akibat teknologi (technoference), serta pentingnya pendampingan orang
tua dalam membangun kebiasaan digital yang sehat.
Melalui pembahasan
konseptual, potret keluarga, dan strategi pengasuhan digital, pembaca diajak
memahami bahwa persoalan utama bukan semata-mata pada keberadaan gadget,
melainkan pada cara teknologi digunakan, durasi pemakaian, kualitas konten, dan
keterlibatan orang tua selama anak menggunakannya.
Buku ini menekankan
pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pemenuhan kebutuhan
perkembangan anak melalui komunikasi, permainan, kasih sayang, serta interaksi
langsung. Pengasuhan digital bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga
membutuhkan dukungan keluarga, lembaga pendidikan anak usia dini, dan
lingkungan kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan keluarga.
Ditujukan bagi orang tua,
pendidik PAUD, mahasiswa, peneliti, dan pembaca yang memiliki perhatian
terhadap perkembangan anak, buku ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi
sekaligus sumber pemahaman dalam membangun pola pengasuhan yang lebih sadar,
seimbang, dan bertanggung jawab di era digital.